Diduga Menipu, Seorang Tokoh Pemuda Madapangga Desak Bupati Bima Bina Kades Ndano

lintasra | 29 May 2024, 03:31 am | 285 views

Foto : Oknum Kades Ndano usai membuat surat pernyataan di Polsek Madapangga (Foto/IST)

BIMA, LINTASRAKYATNTB.COM – Seorang tokoh pemuda Madapangga yang enggan ditulis namanya dalam redaksi ini meminta Bupati Bima untuk dapat membina khusus Kepala Desa Ndano, inisial MS, Kecamatan Madapangga agar tidak bertindak yang mencoreng Pemerintahan Daerah Kabupaten Bima seperti dugaan penipuan yang dilaporkan Syafrudin asal Dusun Tolonggeru, Kecamatan Madapangga ke Polres Bima (dugaan penipuan 144 dus bibit jagung NK Simo 7328) pada 2023).

“Kami minta Bupati Bima membina khusus Kades Ndano demi menjaga marwah pemerintahan daerah,” kata dia kepada lintasrakyatntb.com di kediamannya pada Senin (27/5/2024).

Menurut dia, binaan khusus terhadap Kades Ndano harus dilakukan Bupati karena bagaimanapun tindakan Kades Ndano seperti yang sudah dilaporkan korban tersebut jelas selain mencoreng nama baik pribadinya, namun juga nama pejabat di bawah kepemimpinan Bupati.

“Iya, persepsi negatif masyarakat tidak akan terhindarkan Bupati. Apalagi tindakan Kades Ndano bukan pertama kalinya, namun kerap kali. Sementara belum terkuak tindakan Bupati atas tindakan Kades Ndano yang meresahkan selama ini. Padahal, dalam sumpah/janji Kades sangat jelas untuk menjadi dasar Bupati untuk membina hingga menindak,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan oknum Kades Ndano inisial MS membantah atas dugaan penipuan yang dialamatkan hingga dilaporkan Syafrudin ke Polres Bima.

“Saya tidak ada unsur penipuan. Sebab, dari jumlah harga bibit Rp800 juta yang saya ambil sudah terbayarkan Rp400 lebih juta dan masih tersisa Rp369 juta dan tetap dilunasi,” kata MS saat dikonfirmasi di sebuah warung kopi Desa Ndano, Selasa (28/5/2024).

Dia menambahkan, terkait sisa harga bibit tersebut, sudah memberikan jaminan rumah dan bahkan rumah tersebut silakan diambil, namun Syafrudin tidak mau.

“Saya suruh ambil rumah, tapi mau rumah dan mau berupa uang tunai,” terangnya.

Dia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya sudah minta ke penyidik untuk memediasi penyelesaian secara kekeluargaan dan insyaallah akan diupayakan penyidik,” tandasnya. (Muhtar)

 

 

Berita Terkait