Harga Jagung Anjlok, Massa Blokade Jalan

lintasra | 20 April 2024, 07:45 am | 343 views

Bima, Lintas Rakyat- Sekitar 100 massa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Rakyat Tani Bima unjuk rasa di depan gudang jagung PT SUL dan CPI, Kamis, 18 April 2024 pagi.

Massa yang diketahui dari Kecamatan Donggo dan Soromandi, tampak terlihat dikendalikan Korlap Fardan dengan sejumlah tuntutannya.

Fardan menuntut kenaikan harga jagung yang dinilainya rendah sehingga menjerit petani, penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) jagung, fungsikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), menghapus sistem vendor, dan jangan ada dua perusahaan dalam satu perusahaan.

Tak hanya tuntutan, Fardan juga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Bima untuk membuka ekspor jagung guna meminimalisir monopoli harga gudang yang hasil jerih payah petani siang dan malam.

Dia menegaskan, tidak ada aturan/perda yang berpihak terhadap para petani di Kab Bima, terutama soal dua komoditas yakni komoditas jagung merah dan bawang merah.

“Banyak bibit jagung yang bijinya mengalami kematian. Artinya, fungsi pengontrolan dinas pertanian tidak dijalankan dengan baik dan optimal,” tegasnya.

Fardan menuding, Pemerintah Daerah Kabupaten Bima tak pernah melihat/mendengar kesengsaraan petani jagung maupun petani lainya. 

Selain menuding, Fardan juga pertanyakan mengapa pemda menutup mata terhadap permasalahan ini? Dan apabila kesengsaraan masyarakat ini tak segera diselesaikan, maka akan ada gelombang aksi yang lebih besar lagi.

“Jika jeritan petani ini tak secepatnya diselesaikan, maka kami akan turun besar-besaran lagi,” tutup Fardan. (Habe)

 

Berita Terkait